Tren Digital Detox (detoks digital) telah memunculkan permintaan tinggi untuk destinasi glamping (glamorous camping) di pedalaman Asia yang secara sengaja tidak memiliki sinyal telepon atau internet. Destinasi ini, sering kali terletak di hutan pegunungan terpencil di Indonesia, Vietnam, atau Nepal, menawarkan pelarian total dari keterhubungan digital yang terus-menerus.
Tujuan utama Digital Detox adalah untuk memungkinkan individu berfokus kembali pada koneksi interpersonal, alam, dan introspeksi tanpa gangguan notifikasi smartphone. Glamping memberikan kenyamanan akomodasi yang mewah (tempat tidur nyaman, makanan gourmet) sambil memaksa pengunjung untuk menjalani gaya hidup yang lebih lambat dan terputus dari dunia maya.
Tempat-tempat ini sering menawarkan aktivitas yang berpusat pada mindfulness dan alam, seperti mendaki, yoga di alam terbuka, atau lokakarya keterampilan tradisional lokal. Ini adalah respons terhadap burnout yang meluas akibat tuntutan kerja dan sosial di kota-kota besar Asia yang serba cepat.
Digital Detox di glamping pedalaman Asia adalah penemuan kembali kesederhanaan. Tren ini menunjukkan bahwa dalam masyarakat yang sangat maju secara teknologi, kemewahan sejati adalah kemampuan untuk mematikan dan menemukan kedamaian dalam kesunyian.

