Banyak pemilik kendaraan tergoda menggunakan bahan bakar beroktan tinggi (seperti Pertamax Turbo atau Shell V-Power) dengan harapan performa meningkat. Artikel ini akan membedah secara teknis apa itu oktan, kapan oktan tinggi diperlukan, dan kapan penggunaannya justru hanya membuang-buang uang.
Angka oktan (RON) pada bahan bakar sering disalahartikan sebagai “tenaga”. Semakin tinggi angkanya, diasumsikan semakin kencang laju kendaraan. Namun, fungsi utama oktan adalah untuk mengukur kemampuan bahan bakar menahan kompresi sebelum meledak sendiri (dikenal sebagai knocking atau ngelitik).
Pro-nya, mesin modern dengan rasio kompresi tinggi atau yang dilengkapi turbocharger memang membutuhkan oktan tinggi. Bahan bakar ini mencegah knocking, memungkinkan mesin bekerja pada efisiensi termal puncaknya dan menghasilkan tenaga optimal sesuai desain pabrikan. Menggunakan oktan lebih rendah pada mesin ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang.
Kontra-nya, menggunakan bahan bakar oktan tinggi pada mesin yang didesain untuk oktan rendah (misalnya, mobil LCGC dengan rekomendasi RON 90) tidak akan memberikan tambahan tenaga. Mesin tersebut tidak memiliki rasio kompresi yang cukup tinggi untuk memanfaatkan ketahanan oktan tersebut. Akibatnya, ini hanyalah pemborosan uang tanpa manfaat performa yang signifikan.

