Warna mobil tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga melambangkan status dan preferensi budaya di berbagai negara Asia. Meskipun warna netral seperti putih, hitam, dan perak tetap menjadi pilihan paling populer secara statistik karena nilai jual kembali yang tinggi, warna-warna tertentu memiliki makna yang lebih dalam.
Di banyak budaya Asia, warna merah atau emas sering dikaitkan dengan keberuntungan dan kemakmuran, sehingga populer pada mobil-mobil mewah atau edisi khusus. Sebaliknya, warna yang mencolok dan cerah mulai populer di kalangan pembeli mobil EV dan crossover sebagai simbol modernitas dan gaya hidup yang dinamis.
Tren global menunjukkan peningkatan permintaan untuk warna yang bertekstur atau memiliki efek metalik yang kompleks. Konsumen Asia premium kini mencari warna yang unik dan disesuaikan, yang dapat membedakan kendaraan mereka di tengah kepadatan lalu lintas kota.
Produsen mobil berinvestasi besar dalam penelitian warna regional. Pemilihan warna mobil yang tepat adalah strategi pemasaran krusial di Asia, karena dapat secara signifikan memengaruhi volume penjualan dan nilai jual kembali kendaraan.
Warna mobil di Asia, meskipun didominasi netral (putih, hitam) karena nilai jual kembali, juga melambangkan status, dengan warna merah/emas populer untuk kemakmuran dan warna cerah untuk EV, mencerminkan preferensi budaya yang kuat.

